Jumat, 15 Juni 2012

7 Tanda

1. Dia Sahabat Terbaik Kamu 
Saat sedang mengalami kesulitan, yang pertama kali terlintas di kepala kamu adalah dirinya. Dia pandai menenangkan hati Anda. Begitupun ketika bahagia, kamu tahu pada siapa kebahagiaan itu akan dibagi. Dia selalu hadir untukmu dalam situasi apa pun. Tak ada orang yang lebih baik mengisi peran ini daripada pasanganmu. Percayalah pasangan yang berjodoh pasti tak takut mengalami pasang surut hidup.

2. Punya Banyak Kesamaan
Hasil penelitian mengungkapkan, hubungan yang paling stabil adalah hubungan yang melibatkan dua orang dengan banyak kesamaan. Tidak terlalu penting jenis kesamaannya apa, tapi semua itu merupakan modal untuk langgengnya hubungan. Rahasia pasangan sejati adalah, dimana kalian berdua selalu bisa menikmati bersama semua aspek kehidupan. Tidak butuh orang lain untuk membuat kalian bahagia. Apakahkamu sudah merasakannya? Jika ya, jangan lepasin dia. Jika tidak, buang aja ke laut :D


3. Kepentingan Anda adalah Segalanya
“Cinta dimulai ketika seseorang menemukan bahwa kebutuhan orang lain sama pentingnya dengan kebutuhannya sendiri.”. Dari bahasa tubuh dan sikapnya selama ini, terlihat jelas, dia memperlakukan kamu sebagai orang terpenting dalam hidupnya, bahkan seringkali dia mementingkan kebutuhanmu ketimbang dirinya sendiri. Bila dia punya potensi itu, mungkin dia yang kamu cari. Karena cinta abadi melibatkan komitmen rela berkorban untuk kebahagiaan pasangan.

4. Cinta tak Bersyarat
Coba ingat-ingat, apakah dia pernah cemberut saat kamu memakai baju yang tak sesuai seleranya? Atau Anda pernah dicueki, ketika kamu memotong rambut tanpa sepengetahuannya? Bila ya, sebaiknya kamu pikir-pikir lagi deh untuk memilih dia jadi kekasih. Padahal, cinta sejati adalah cinta yang tak bersyarat, mampu menerima pasangan apa adanya.

5. Mau Mendengarkan
Setiap kamu berbicara padanya, tak sedetik pun perhatiannya beralih. Dia pendengar yang baik, bisa mendengarkanmu bicara berjam-jam lamanya tanpa rasa bosan, penuh perhatian dan mengerti apa yang kamu inginkan. Sehingga kamu tak perlu mengulang kalimat yang sama berkali-kali dan mengatakan,”Kamu ngerti enggak sih, apa yang aku bicarakan tadi?

6. Always On Time
Untuk urusan apa pun, dia selalu berusaha untuk tepat waktu. Janji bertemu jam tujuh malam, dia sudah tiba di tempat setengah jam sebelumnya. Baginya, lebih baik dia yang lumutan, daripada membiarkanmu menunggu. Apalagi jika meeting pointnya dirasa tidak familiar denganmu.

7. Kontak Batin
Tanpa diucapkan, kalian bisa saling tahu cuaca hati masing-masing. Meski bukan paranormal, kalian seperti bisa saling membaca pikiran dan menduga reaksi, serta perasaan pasangan pada situasi dan kondisi tertentu. Bila kamu sudah merasakan hal tersebut terhadapnya, selamat! Mungkin dialah belahan jiwamu. :D

Sabtu, 02 Juni 2012

Cerpen

BUTA, sebuah kata yang begitu dibenci oleh mata, mungkin tak pernah terpikirkan oleh seseorang bagaimana kalau saja Kebutaan ini menimpah dirinya, tapi hal ini dialami oleh seorang gadis cantik yang masih terbilang muda, ketika sebuah kecelakaan yang tak pernah terbayangkan oleh gadis ini, begitu sadisnya kecelakan itu terpaksa merenggut mata indahnya, namun pepatah mengatakan tuhan tidak pernah memberikan cobaan yang melebihi kemampuan umatnya, sang gadis inipun menjalani kehidupannya seperti sedia kala, namun yang berbeda hanyalah ketidakberdayaannya dalam kategori melihat keindahan ciptaan yang kuasa ini, hari demi hari dijalaninya, namun kebenciannya kepada kata BUTA tak pernah bisa dia lupakan dari ruang yang terdalam di dalam ingatannya,
Ditengah kesendiriannya tanpa pendamping hati, iapun menantikan sosok pria yang dapat menerima dirinya apa adanya, namun penantian itu tidaklah sia-sia, suatu hari ketika sang gadis ini sedang asik berjalan sore di sekitar rumahnya diapun tanpa sengaja terjatuh, sambil merintih kesakitan,
"Aduh.. Tolong.. Tolong..!!" itulah suara yang terdengar, kebetulan sore itu ada seorang pemuda yang lewat, tanpa basa-basi diapun membantu gadis itu berdiri, namun ternyata kakinya keseleo, diapun tak bisa berjalan.
"Rumah loe dimana??" (tanya sang pemuda)
"Rumah gue, disebelah kiri dari sini." (sambil menunjuk ke arah rumahnya,yang hanya 5 meter dari tempat dia terjatuh)
"Gak apa kalo gue gendong loe kesana..??" (tanya sang pemuda) sang pemuda melihat kondisi gadis bertongkat itu dan menyadari betapa malangnya gadis ini, akhirnya sang pemuda itupun menggendongnya sampai dirumah gadis itu, lalu di letakkannya di tempat tidur gadis itu..
"Oh yah, nama loe siapa..??" (tanya gadis)
"Gue Rizky,kalo loe siapa..??" (tanya pemuda)
"Gue Rena."
"Iyah udah gue pulang dulu ya, tapi inget kalo jalan ati-ati ya..!!" (pesan Rizky pada Rena)
            Usai perjumpaan itu merekapun sering bertemu, hingga akhirnya Rizky pun jatuh cinta kepada Rena, tanpa melihat kekurangan fisik Rena, dengan setulus hatinya dia pun memberikan perhatiannya kepada pujaan hatinya, hari demi hari, bulan demi bulanpun berganti dan hubungan mereka semakin erat.
             Sampai pada suatu hari kabar berita yang menggembirakan pun datang, menurut dokter yang menangani mata Rena, kemungkinan Rena dapat melihat kembali namun masalah yang dihadapi oleh mereka adalah tidak adanya pendonor mata yang mau dan ikhlas mendonorkan mata mereka untuk Rena, karena begitu besarnya cinta Rizky pada Rena hingga diapun berpikir untuk mendonorkan matanya untuk diberikan pada Rena, diapun mendatangi dokter yang menangani mata Rena dan menyatakan dia mau mendonorkan matanya untuk Rena, namun ia memiliki satu persyaratan kepada dokter tersebut, dia tidak mau Rena sampai tahu kalau Rizky-lah yang telah mendonorkan matanya untuk Rena, Operasipun dilakukan tanpa sepengetahuan Rena bahwa pendonor itu adalah kekasih hatinya sendiri, dengan semua perjuangan yang dilakukan oleh dokter akhirnya operasi pun berhasil dilakukan.

             Renapun untuk pertama kali dapat melihat lagi, namun sebelum dia membuka matanya untuk pertama kali, dia berniat untuk melihat Rizky, namun hari demi hari dia tak kunjung bisa menemui Rizky, setelah sebulan tak bertemu dengan kondisi yang sudah buta, Rizkypun memberanikan diri bertemu dengan Rena kekasih yang telah menerima anugerah matanya sendiri, merekapun bertemu ditempat biasa mereka berpacaran. Namun ketika pertemuan itu terjadi Rena begitu kaget ketika mengetahui kalau kekasih hatinya ternyata seseorang yang buta, dengan sebuah tongkat ditangannya, namun apa yang terjadi, bisakah rena menerima keadaan ini..??
Rizky : "Hai Rena, Apa kabar..??"
Rena  : "Baik.. Loe siapa..??"
Rizky : "Gue Rizky kekasih kamu, Kenapa kamu seperti nggak percaya kalau gue ini Rizky..??"
Rena  : "Iya.. Karena gak mungkin kalau Rizky itu cacat, dia itu nggak buta, kayak LOE..!!"
Rizky : "Jadi loe nggak mau nerima keadaan gue yang kaya gini.. Apa loe lupa kalau loe itu
              pernah buta juga seperti gue..??"
Rena  : "Iya gue inget, tapi gue gak bisa nerima keadaan loe yang kayak gini, gue hanya tau kalau loe
              itu gak buta,..!!"
Rizky : "Sewaktu loe buta gue bisa nerima keadaan loe seperti itu, tapi kenapa ketika keadaannya
              berbalik kayak gini loe nggak bisa nerima gue, dulu sewaktu gue belum buta, gue mau
              nerima loe apa adanya tanpa melihat kekurangan loe, dan gue cinta sama loe begitu
              besarnya, ngelebihin apapun..!!"
Rena  : "Iya tapi gue tetep aja gak bisa nerima loe, dengan keadaan seperti ini, maafin gue..!!!"
Rizky : "Baiklah langsung ke intinya aja, jadi loe mau atau gak nerima gue dengan kondisi yang
              kayak gini..??"
Rena  : "Maaf Rizky gue gak bisa nerima loe.. Sekali lagi maaf.."
Rizky : "OK kalau memang itu keputusan loe, mulai sekarang gue gak akan nemuin loe, dan gue
             akan menjauh dari loe untuk selamanya." (sambil meraba-raba didekat dia berdiri,mencari
             sesuatu yang bisa ditulisi, diapun menemukan sehelai daun kering)

Lalu dengan sehelai daun kering itu, iapun menulis sebuah kalimat lalu diberikannya kepada Rena.
Rizky : "Rena, untuk terakhir kalinya ini ada sehelai daun yang merupakan pesan terakhir gue buat
              loe, tapi tolong jangan loe baca dulu sebelum gue pergi dari tempat ini, dan gak terlihat lagi.
              Janji ya..?!!"
Rena   : "OK, gue janji akan baca ini setelah loe pergi jauh dari sini..!!"
             Setelah menyampaikan pesannya itu, iapun mulai beranjak pergi jauh tanpa terlihat lagi oleh Rena, dan Renapun mulai melihat daun tadi dan membacanya, disana tertuliskan.

"Rena, gue titip mata gue ya, jaga baik-baik..!!" :)

Betapa terkejutnya Rena ketika membaca tulisan yang ada di daun itu, ternyata Rizky telah mendonorkan matanya buat Rena.. Namun penyesalan hanyalah tinggal penyesalan, nasi sudah menjadi bubur, apa boleh buat..
 
Renapun hanya bisa terjatuh lesu, dan menyesali keputusannya itu, namun semua itu tidaklah berarti lagi, Rizky tak akan kembali lagi, tak ada yang bisa dia harapkan, tak ada lagi orang yang memberinya semangat untuk tetap semangat menjalani hidupnya lagi, kalau saja Rena dapat memutar waktu mungkin dia akan menerima Rizky apa adanya, tanpa melihat kekurangan fisik Rizky.
Namun itulah cinta..
Sesuatu yang memiliki berjuta makna..
Sesuata yang begitu fleksibel..
Sesuatu yang tak pernah bisa diterka..
Sesuatu yang begitu kompleks..
Dan suatu pengorbanan yang tiada akhir..